Kawasan Baru Yang Terus Melaju
Dibandingkan kawasan lain seperti Tangerang, Bekasi, dan Bogor, Cibubur boleh dibilang merupakan kawasan pengembangan properti yang baru. Kendati demikian, laju pertumbuhan di kawasan ini tak kalah pesat. Selain ditandai dengan munculnya cluster-cluster perumahan yang baru, perkembangan di Cibubur ditandai pula dengan peningkatan penjualan rumah dan upaya-upaya memperbaiki atau menambah fasilitas untuk semakin menggairahkan kawasan ini.
Cibubur adalah kawasan di wilayah Jakarta Timur. Seiring hadirnya perumahan-perumahan baru, kawasan ini menjadi meluas. Wilayah pengembangan inilah yang disebut dengan Cibubur Baru yang terkonsentrasi di sepanjang jalan raya alternatif Jakarta-Bandung melalui Jonggol (Cileungsi). Wilayah ini masuk dalam empat wilayah administrasi. Sebagian berada di Jakarta Timur, Depok, Bekasi, dan Bogor.
Kawasan ini pun menjadi sasaran para pengembang untuk menyediakan tempat berinvestasi atau tempat berhuni bagi para komuter dengan beberapa kelebihan. Suherman, Marketing Manager PT Puribrasali Realtindo selaku pengembang The Address melihat bahwa Cibubur sebagai pusat komunitas lintasan Bogor, Bekasi, dan Depok. Sehingga banyak bermunculan komunitas ekonomi di kawasan tersebut.
Sementara Hogeny, Promotion Manager Duta pertiwi selaku pengembang perumahan Kota Wisata mengatakan bahwa awalnya Cibubur berkembang tahun 2000. Jarak yang relatif dekat dengan Jakarta dan tersedianya tol Jagorawi menyebabkan orang memilih Cibubur sebagai tempat tinggal.
"Dimulai dari Kota Wisata sebagai pemicu perkembangan daerah Cibubur, berimbas pada hidupnya kembali developer-developer pendahulunya seperti Raffles Hills, Laguna, dan Sriwedari. Perkembangan daerah Cibubur dengan prospek ke depan yang bagus, menyebabkan munculnya developer-developer baru yang tidak hanya menjual rumah tapi juga area komersial. Daerah Cibubur cepat berkembang karena didukung pula oleh banyaknya area rekreasi di sekitarnya," tutur Hogeny.
Produk-produk baru
Adanya perbaikan akses serta penambahan fasilitas membuat Cibubur semakin dilirik konsumen. Hal ini paling tidak dirasakan oleh beberapa pengembang perumahan yang mencatat peningkatan penjualan pada tahun yang lalu.
Adanya perbaikan akses serta penambahan fasilitas membuat Cibubur semakin dilirik konsumen. Hal ini paling tidak dirasakan oleh beberapa pengembang perumahan yang mencatat peningkatan penjualan pada tahun yang lalu.
The Address misalnya yang melebihi target penjualan hingga 120 persen pada tahun 2007, hal ini sebagaimana diakui oleh Suherman. Hal serupa dialami pula oleh PT Sinar Bahana Mulya selaku pengembang perumahan Citra Gran. Ida Prastini, Marketing Manager PT Sinar Bahana Mulya menuturkan bahwa market Citra Gran pada tahun 2007 melebihi target hingga 100 persen. Akan halnya bagi Cibubur Residence yang dalam waktu tak lebih dari lima bulan sanggup menjual kurang lebih 50 persen untuk cluster terbarunya, sebagaimana yang dilontarkan oleh Marketing & Business Development manager PT Bahteramulia Propertindo Thomas Go, MM.

Dengan pencapaian tersebut dan besarnya potensi yang ada di Cibubur, para pengembang tersebut di atas tentu akan terus melebarkan sayap bisnisnya yang antara lain dengan meluncurkan produk-produk terbaru dengan mengusung kelebihannya masing-masing. Seperti Cibubur Residence yang menawarkan beberapa keuntungan seperti jarak tempuh yang relatif cepat dari Exit Tol Cibubur, dekat dengan Plaza Cibubur, hingga bunga KPR yang ringan.
"Kemudian kita juga memberi kemudahan bagi penghuni yaitu sport club eksklusif dan kita memberikan KPR yang bunganya ringan 5,5% bersubsidi agar orang bisa beli. Selain itu kita juga beri kemudahan uang muka bisa angsur 8 kali, " tukas Thomas.
Sementara Citra Gran dengan mengusung konsep hijaunya meluncurkan The Dense. Dalam cluster seluas kurang lebih 5 ha ini, PT Sinar Bahana Mulya selaku pengembang mencoba membuat konsep hijau yang berkesinambungan dengan cluster-cluster sebelumnya.
Untuk strategi di tahun 2008 Ida mengatakan ia akan mencoba beberapa cara antara lain membuka beberapa cluster kecil, bekerja sama dengan bank memberi KPR, dan pameran-pameran. Ida menambahkan, respons positif yang ia dapat pada tahun lalu menjadi salah satu faktor pendorong untuk membuat 4 cluster baru untuk tahun 2008, dan The Dense adalah cluster pembuka untuk tahun ini.
"Untuk mengantisipasi kemacetan yang terjadi di jalan raya alternatif Cibubur-Cileungsi, Citra Gran akan membuka akses side entrance yang langsung tembus ke pinto tol Cimanggis. Saat ini gerbang alternatif tersebut dalam taraf pembangunan dan diperkirakan mulai beroperasi pada bulan April 2008. Fasilitas ini hanya diperuntukkan bagi penghuni perumahan CitraGran yang mana akan diberlakukan sistem penggunaan stiker penghuni, dan gerbang alternatif ini jaraknya lebih dekat dari cluster The Dense yang baru-baru ini dilaunch,: tutur Ida.
Akan halnya The Address yang baru melakukan soft launch cluster terbarunya, Platinum, dimana The Address memberikan harga perdana untuk 50 unit.
Kota Mandiri
Laju pertumbuhan Cibubur tentu tak lepas dari tantangan. Menjawab hal ini Thomas Go mengatakan bahwa tantangan untuk Cibubur adalah bagaimana menarik investor untuk masuk ke Cibubur, karena sampai saat ini investor masih melirik ke Barat Jakarta.
Laju pertumbuhan Cibubur tentu tak lepas dari tantangan. Menjawab hal ini Thomas Go mengatakan bahwa tantangan untuk Cibubur adalah bagaimana menarik investor untuk masuk ke Cibubur, karena sampai saat ini investor masih melirik ke Barat Jakarta.
"Perlu waktu untuk terbentuknya komunitas yang lebih padat. Jadi prasarana harus dibangun lebih banyak. Jadi Cibubur ini satu tempat untuk investasi juga bagi developer. Tantangan ke depan harus ada developer yang bangun untuk komersial. Saat ini banyak orang tinggal di Cibubur tapi kerja di Jakarta, belum menjadi kota mandiri seperti BSD, tantangan ke depan cuma ke situ tapi pasti arahnya ke sana," kata Thomas.
Sementara Hogeny mengatakan bahwa perkembangan suatu daerah secara otomatis akan membuat daerah tersebut menjadi semakin padat, sehingga kalau tidak dicegah akan menimbulkan kemacetan.
Oleh karena itulah menurutnya para developer dan pemerintah harus bekerja sama, dimana hingga kini beberapa proyek yang sudah terealisasi untuk menyiasati masalah tersebut adalah jalan alternatif Cibubur yang diperlebar dari dua jalur menjadi tiga jalur di masing-masing arah hingga pembukaan akses baru ke Jakarta selain melalui Exit Cibubur ke Jagorawi melalui Jatiwarna dan Jatiasih.
Lebih jauh Hogeny mengatakan bahwa saat ini pengembangan daerah Cibubur lebih mengarah ke landed house, tetapi di masa mendatang, dengan semakin berkembangnya kehidupan di Cibubur, daerah komersial pun akan makin berkembang untuk memenuhi kebutuhan hidup penghuni di sana. "Dengan melihat perkembangan saat ini, dapat dipastikan daerah Cibubur akan berkembang menjadi daerah seperti Pondok Indah, Kelapa Gading, dan Serpong, " tambahnya.
Sekarang, kita tunggu saja.
SUMBER: KOMPAS


Komentar
Posting Komentar