Pertumbuhan Pemukiman Bergeser ke Jabar


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Situs rumah123.com memprediksi pertumbuhan properti meningkat 20 persen sepanjang 2013. Hal ini akan memicu pertumbuhan kawasan pemukiman. Dan, peningkatan kawasan pemukiman diprediksi akan terus berkembang di wilayah Jawa Barat.

"Dalam survei kami memang tidak sepenuhnya membahas masalah mana saja wilayah di luar Jakarta yang ramai pengembangan pemukiman. Namun, dari responden yang kami ajak bicara mereka mencari ke sejumlah wilayah yang sudah masuk Jawa Barat. Karena, memang di wilayah tersebut juga sudah tumbuh banyak perumahan dalam lima tahun terakhir," jelas Andy Roberts, General Manager rumah123.com.

Perkembangan daerah pemukiman ke sejumlah wilayah di Jawa Barat, menurut Andy, karena ada prediksi bahwa masih ada wilayah kosong. Selain itu, pengembang perumahan berskala besar maupun kecil sudah melihat potensi bahwa wilayah di Jawa Barat masih belum ramai perumahan.

Di pertengahan 1990-an, perkembangan perumahan mulai bertumbuh di wilayah Tangerang. Selanjutnya, disusul wilayah Cibubur, Depok, dan Bekasi. Karena kondisi yang sudah makin padat di wilayah tersebut, perkembangan pemukiman berlanjut ke arah Bogor, Cikarang, Karawang, dan Purwakarta.
"Sebenarnya, ada faktor pendukung selain melihat wilayah kosong dan dapat dikembangkan menjadi pemukiman. Faktor tersebut adalah meningkatnya permintaan rumah tinggal. Dalam survei kami rata-rata dalam setahun permintaan terhadap rumah tinggal mencapai 20 persen," kata Andy.

Meski tidak jarang ada pertimbangan tentang jarak tempuh dari rumah menuju lokasi kerja, calon pembeli rumah merasa yakin bahwa wilayah yang akan dijadikan tempat tinggal itu bakal berkembang. Contoh yang diberikan oleh Andy, yaitu Serpong, Tangerang, Depok, dan Bekasi.

"Kini wilayah-wilayah itu sudah ramai. Meski ada perbedaan percepatan pembangunan infrastruktur, seperti akes jalan dan transportasi, namun tidak berhenti. Bahkan, kini dari Cibubur sudah makin ramai dan padat hingga ke Jonggol. Pengembang melihat Jonggol sebagai daerah yang dapat berkembang untuk pemukiman, karena ada akses jalan menuju Cibubur dan perbatasan dengan Jakarta," tutur Andy.
Perkembangan Sarana Transportasi Dalam hitungan kasar, menurut Andy, pengembang makin meningkatkan jumlah rumah yang dibangun. Minimal, satu pengembang membuat 2-3 lokasi perumahan di kawasan perbatasan Jakarta dan Jawa Barat. Bahkan, di antaranya ada pengembang baru.

Mengapa demikian? Andy menilai bahwa perluasan wilayah pemukiman di perbatasan antara Jakarta dan Jawa Barat sudah kian terhubung karena adanya perkembangan sarana transportasi. Bukan hanya kereta, tetapi yang jelas terlihat adalah bus serta angkutan kota sejenis mini van.

"Khusus angkutan bus mampu mengangkut penumpang yang tinggal di perbatasan maupun pinggiran Jakarta ke tengah kota. Bahkan, angkutan umum kecil jenis mini van masuk ke perumahan. Jadi, memang akses sarana transportasi kemudian membuat orang akhirnya tidak merasa khawatir dan akhirnya memilih membeli rumah di wilayah tersebut," kata Andy.

Perkembangan sarana transportasi juga menjadi pertimbangan pengembang untuk membangun proyek perumahan. Pertimbangan itu, kata Andy, rumah yang dibangun bakal laku. Pengembang tinggal memberikan akses jalan yang mumpuni ke arah jalan raya yang sudah ada. Tidak jarang, pengembang perumahan di perbatasan Jakarta dan Jawa Barat melaksanakan proyek setelah melihat adanya akses jalan dan sarana transposrtasi.

"Untuk pengembang sedang dan kecil rata-rata mulai ikut membangun perumahan setelah melihat ada pengembang besar sukses, juga mulai adanya akses jalan serta transportasi. Jadi, tidak heran beberapa wilayah di Jawa Barat kini makin ramai rumah-rumah baru," kata Andy.

picture: 
https://blogomlp3idepok.blogspot.com
skyscraperscity.com

Komentar