Infrastruktur & Properti Bakal Tumbuh Positif
Pengalihan subsidi energi memberikan sentimen positif.

Sejumlah pekerja menyelesaikan infrastruktur untuk pembangunan terminal kereta api di Bandara Internasional Kualanamu Kabupaten Deli Serdang, Sumut, Selasa (5/2)(ANTARA/Septianda Perdana)
Pengalihan subsidi energi memberikan sentimen positif.
Rabu, 10 Desember 2014, 20:26 Suryanta Bakti Susila, Romys Binekas
Sejumlah pekerja menyelesaikan infrastruktur untuk pembangunan terminal kereta api di Bandara Internasional Kualanamu Kabupaten Deli Serdang, Sumut, Selasa (5/2)(ANTARA/Septianda Perdana)
VIVAnews - Sektor infrastruktur dan properti diprediksi bakal moncer di 2015. Menurut analis, dua sektor ini mendapatkan berkah dari kebijakan pemerintah mengalihkan subsidi energi ke sektor infrastruktur.
"Kalau kita lihat sektor infrastruktur akan bagus nanti. Kemudian, properti juga menunjukkan positif," kata Analis PT Quant Kapital Investama (reksadana saham) Hans Kwee di Crown Plaza Jakarta, Rabu 10 Desember 2014.
Menurutnya, prospek positif di sektor tersebut merupakan imbas dari kebijakan pemerintah dalam menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
"Kita melihat bahwa kebijakan BBM ini dicabut, ada dana di sana. Jadi, bisa dilarikan ke sektor yang lebih baik," tuturnya.
Dijelaskannya, sektor properti ikut maju, seiring berkembangnya sektor infrastruktur. Sektor pendukung seperti semen juga bakal kecipratan sentimen positif tersebut.
"Kita lihat nanti, konstruksi dapat proyek duluan mereka. Kemudian, semen juga lebih bagus," kata dia.
Sektor properti, kata Hans, akan semakin cemerlang ditunjang rencana pemerintah membangun kawasan industri baru yang memungkinkan perumahan juga akan mengalami pertumbuhan di sana.
"Nah, nanti kita lihat perumahan menengah ke bawah nanti akan bagus sekali," ujarnya.
Hans mengungkapkan, terkait dengan prospek sektor tersebut yang positif, permintaan bahan baku konstruksi seperti semen juga akan mengalami peningkatan permintaan.
"Kalau kita lihat Jasamarga (JSMR) juga akan bagus. Kalau konstruksi, kita suka sekali dengan Wijaya Karya (WIKA), kemudian PTPP," tuturnya. (asp)
http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/567307-infrastruktur---properti-bakal-tumbuh-positif© VIVA.co.id
"Kalau kita lihat sektor infrastruktur akan bagus nanti. Kemudian, properti juga menunjukkan positif," kata Analis PT Quant Kapital Investama (reksadana saham) Hans Kwee di Crown Plaza Jakarta, Rabu 10 Desember 2014.
Menurutnya, prospek positif di sektor tersebut merupakan imbas dari kebijakan pemerintah dalam menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
"Kita melihat bahwa kebijakan BBM ini dicabut, ada dana di sana. Jadi, bisa dilarikan ke sektor yang lebih baik," tuturnya.
Dijelaskannya, sektor properti ikut maju, seiring berkembangnya sektor infrastruktur. Sektor pendukung seperti semen juga bakal kecipratan sentimen positif tersebut.
"Kita lihat nanti, konstruksi dapat proyek duluan mereka. Kemudian, semen juga lebih bagus," kata dia.
Sektor properti, kata Hans, akan semakin cemerlang ditunjang rencana pemerintah membangun kawasan industri baru yang memungkinkan perumahan juga akan mengalami pertumbuhan di sana.
"Nah, nanti kita lihat perumahan menengah ke bawah nanti akan bagus sekali," ujarnya.
Hans mengungkapkan, terkait dengan prospek sektor tersebut yang positif, permintaan bahan baku konstruksi seperti semen juga akan mengalami peningkatan permintaan.
"Kalau kita lihat Jasamarga (JSMR) juga akan bagus. Kalau konstruksi, kita suka sekali dengan Wijaya Karya (WIKA), kemudian PTPP," tuturnya. (asp)
http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/567307-infrastruktur---properti-bakal-tumbuh-positif© VIVA.co.id
Komentar
Posting Komentar