Prospek Properti di Koridor Timur Jakarta Masih Besar

Kamis, 06 November 2014 | 21:41


Pengamat properti dari Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda dan Associate Director Ray White Erwin Karya. Keduanya ditemui Investor Daily dalam acara diskusi "Prospek Properti di East Coridor Terhadap Bisnis Properti" di Hotel Aryaduta Semanggi, di Jakarta, Kamis (6/11).Pengamat properti dari Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda dan Associate Director Ray White Erwin Karya. Keduanya ditemui Investor Daily dalam acara diskusi "Prospek Properti di East Coridor Terhadap Bisnis Properti" di Hotel Aryaduta Semanggi, di Jakarta, Kamis (6/11). (sumber: Beritasatu.com/Feriawan Hidayat)

Jakarta - Kawasan yang masuk dalam wilayah timur Jakarta, seperti Cikarang dan Bekasi, diperkirakan bakal menjelma menjadi alternatif properti hunian (residensial) dan komersial. Bahkan, kawasan ini diperkirakan menjadi kota mandiri dalam kurun tiga sampai lima tahun kedepan. Saat ini, kawasan tersebut dikenal sebagai penyangga Jakarta, dan dijadikan kawasan industri.
Hal tersebut disampaikan pengamat properti dari Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda, dalam acara diskusi "Prospek Properti di East Coridor Terhadap Bisnis Properti," di Hotel Aryaduta Semanggi, di Jakarta, Kamis (6/11).

Menurut Ali, kawasan Cikarang bisa menjadi basis ekonomi (economic base) baru dibandingkan dengan wilayah lainnya di Jabodetabek. Saat ini, kawasan lain di sekitar Jakarta seperti Serpong nilainya sudah mulai terlalu tinggi (over value). Hal itu, kata dia, bisa membuat pasar properti mengalami kejenuhan.
"Pertumbuhan harga tanah di wilayah lain sudah mengalami kejenuhan, yakni Rp 17 juta permeter persegi, bahkan di atasnya," katanya.
Dia mengatakan, sebenarnya arah perkembangan properti adalah Bekasi Barat. Namun, katanya, dalam waktu singkat, kawasan Bekasi dan sekitarnya, mulai jenuh dengan maraknya pembangunan apartemen.
"Kawasan Bekasi ini diserbu oleh 13.000 unit apartemen dan dalam dekat alami kejenuhan, karena jauh dari kawasan industri besar. Pertumbuhan Bekasi akan bergeser ke wilayah lain di sekitarnya termasuk Cikarang," kata Ali.
Selain itu, lanjutnya, kekuatan economic base Cikarang sangat kuat dan berbeda dengan kawasan lain di Jabodetabek, termasuk juga jika dibandingkan dengan kawasan lain di Bekasi. Di kawasan Cikarang bertumbuh kawasan industri yang cukup besar.
Ada tiga kawasan industri besar di kawasan ini, yakni Jababeka sekitar 5.000 hektare, Lippo Cikarang 3.000 hektare lebih, dan Delta Mas seluas 3.000 hektare. Ketiganya masing-masing menciptakan kawasan terintegrasi. Kondisi tersebut akan menjadikan kawasan tersebut sebagai kawasan industri terbesar di dunia.
"Saat ini banyak perusahaan Jepang yang pindah ke kawasan Cikarang untuk membangun industri otomatif. Selain itu, ada juga dari Tiongkok. Ini sangat luar biasa dan membuat kawasan Cikarang menjadi besar di masa mendatang," kata dia.
Dampak dari industri ini membuat prospek bisnis properti menjadi sangat besar. Tumbuhnya ekonomi di kawasan ini mengalahkan kawasan Bekasi Barat dan Bekasi Timur.
"Nanti kedepan hadir mal besar, hotel, dan apartemen untuk kelas menegah atas. Hal itu dipicu kehadiran banyaknya ekspatriat di kawasan ini yang membutuhkan tempat tinggal nyaman," papar Ali.
Menurut dia, hadirnya ekspatriat di kawasan Cikarang yang mencapai 10 ribu lebih, tentu saja membutuhkan hunian dan tempat tinggal yang nyaman dan aman.
"Saat ini, sudah mulai banyak pengembang yang melirik kawasan industri tersebut. Mereka mulai membangun hunian yang disesuaikan dengan kebutuhan gaya hidup para ekspatriat," tambah Ali.

Penulis: IMM/FER
http://www.beritasatu.com/properti/223271-prospek-properti-di-koridor-timur-jakarta-masih-besar.html

Komentar