- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Tahun 2015, Penjualan Properti Diprediksi Meningkat
Info Brokerage – Prediksi akan peningkatan ini karena kondisi dan situasi ekonomi mulai stabil dan kondusif. Pertumbuhan properti selalu mengikuti perkembangan infrastruktur. Bila infrastruktur membaik akan memicu pengembangan beragam produk properti. Membaiknya infrastruktur terjadi pada beberapa wilayah di penyangga Jakarta, Salah satunya Kota Bekasi. Lahan kosong masih banyak tersedia. Harga tanah pun terjangkau. Hal itu membuat bisnis properti di kota ini menggiurkan bagi para pengembang besar.
Berkembangnya bisnis properti berdampak pula pada perkembangan bisnis kantor agen atau broker properti. Seperi yang diutarakan Principal Ray White Harapan Indah Boulevard Surya Wijaya. “Selama masih ada investor atau pengembang hadir di sini, maka peluang kami masih terbuka lebar,” jelasnya.
Menurut Surya, walaupun tahun 2014 ini ada sedikit koreksi dipenjualan, namun semua itu masih dalam batas kewajaran. Salah satu penyebab terjadinya koreksi adalah adanya proses politik. Sebut saja pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) yang lalu. “Penjualan ketika pemilu cenderung menurun, tapi setelah pemilu lewat, tingkat penjualan cenderung naik,” ungkapnya.
Berdasarkan data penjualan yang dimiliki Surya, perbandingan penjualan terjadi antara tahun 2013 (Januari hingga oktober) dengan tahun 2014 (Januari hingga Oktober). Penurunan terjadi di angka tiga persen atau sebanding dengan satu hingga dua unit. “Sebenarnya yang membedakan antara tahun ini dengan tahun lalu bukan terletak pada jumlah unitnya tapi pada tipe rumahnya. Kalau 2013 lalu, kami banyak menjual produk secondary tapi tahun ini produk yang dijual adalah primary,” terangnya.
Perbandingan penjualan semester satu dan dua ada perbedaan. Penjualan di semester dua meningkat 20 persen atau setara dengan 10 unit atau setara juga dengan Rp 700 juta. Surya yakin, penjualan properti tahun mendatang akan meningkat. Pasalnya, kondisi politik di Indonesia sudah stabil. “Saya berharap presiden baru dapat mengeluarkan kebijakan yang dapat mendukung semua pihak, termasuk di bidang properti,” jelasnya.
Hal serupa juga dirasakan Principal Ray White Summarecon Bekasi Herry Tan. Menurutnya, penjualan mengalami koreksi 10 hingga 15 persen di sektor perumahan sekunder. Penurunan ini, kata Herry, tidak hanya berlangsung di Kota Bekasi saja namun juga terjadi di kota-kota lainnya.
“Penurunan ini karena investor menunggu dan melihat (wait and see) situasi perekonomian dan keamanan untuk mereka invest. Tapi setelah pileg dan pilpres akan kembali normal,” terangnya. Bahkan, dia optimis penjualan properti tahun 2015 mendatang akan mengalami peningkatan.
Editor/Reporter : Porwanto/Utami Sulistiowaty
Foto : Ibnu Wibowo
http://infonitas.com/bekasi/2014/11/12/tahun-2015-penjualan-properti-diprediksi-meningkat/
Komentar
Posting Komentar